Sabtu, 29 Oktober 2011


Target Indonesia Pimpin ASEAN
“ASEAN yang merakyat merupakan kunci bagi perhimpunan ini agar berguna secara langsung”

Indonesia pekan ini memulai perannya sebagai Ketua ASEAN. Peran itu sudah dilakukan saat Duta Besar Indonesia untuk ASEAN, I Gede Ngurah Swajaya, memimpin sidang resmi pertama Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara di tahun ini, Kamis 6 Januari 2010. Demikian ungkap Sekretariat Jenderal ASEAN yang berkedudukan di Jakarta. Dalam sidang itu, Swajaya menegaskan target Indonesia, yaitu menjadikan ASEAN yang merakyat .“ASEAN yang merakyat merupakan kunci bagi perhimpunan ini agar berguna secara langsung bagi publik sekaligus memenuhi tujuan-tujuan Komunistas ASEAN,” kata Swajaya saat memimpin rapat pertama ASEAN tahun ini di Jakarta.
Saat mengadakan rapat bersama Sekretaris Jenderal ASEAN, Surin Pitsuwan, di Istana Merdeka Desember 2010, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap agar masyarakat kian dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan ASEAN. Mereka terdiri dari kaum muda, pelajar, pelaku bisnis, dan organisasi kemasyarakatan di berbagai bidang. Swajaya  juga mengatakan, selain terus memperkuat konsolidasi internal, ASEAN juga akan terus intensif melakukan integrasi ekonomi dan hubungan multisektor di Asia Tenggara.
Indonesia resmi mengambil kepemimpinan tahunan ASEAN dari Vietnam pada 1 Januari 2011. “Indonesia punya bobot, legitimasi internasional, dan harapan global untuk menarik dukungan dan perhatian dari penjuru dunia bagi upaya membangun komunitas ASEAN, dimana kita semua terlibat di dalamnya,” kata Surin.
Setelah Indonesia, kepemimpinan ASEAN tahun depan akan menjadi giliran Kamboja.

[sumber: vivanews.com]


PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DAN KONTRIBUSI INTELEKTUAL

Sejarah kebudayaan islam adalah silsilah atau kajian yang mempelajari hasil cipta, karsa dan rasa bersama dari orang-orang yang berada diwilayah kekuasaan pemerintahan islam
Kontribusi Intelektual Muslim                                                                               
Masyaraakat mulim sebagai masyarakat multietnik, keberadaannya terbangun dari beberapa komponen masyarakat. didalamnya terdiri atas komunitas arab( Baik dari utara maupun selatan), orang-orang  yang masuk Islam yang di kenal dengan al-Muwalladun, suku Barbar ( Umat Islam Dari Afrika Utara ), al-Shaqalibah , Yahudi, Kristen Muzareb dan Kristen yang menentang keberadaan Islam. Semua komponen masyarakat tersebut kecuali yang menentang, saling bahu-membahu dalam mewujudkan peradaban Islam  yang pada akhirnya melahirkan kebangkitan intelektual, baik dalam bidang filsafat, tasawuf, sains, bahasa dan sastra, kesenian dan musik maupun kemegahan bagungan fisiknya.                        
·      Filsafat                                                                                                                                   
    Puncak pencapaian intelektual Muslim terjadi dalam pemikiran filsafat. Dalam bidang ini, Muslim  merupakan mata rantai yang menghubungkan antara filsafat Yunani klasik dengan pemikiran Latin-Barat. Selain itu, muslim juga turut andil besar dalam mendamaikan antara agama dengan ilmu, akal dengan iman yang sekaligus menandai akhir abad kegelapan Eropa. Pada kekhalifahan al-Hakam II (961-976M) ribuan karya ilmiah filosofis di Impor dari Timur. Karya-karya tersebut terhimpun dalam perpustakaan pribadinya. Kebijakan al-Hakam yang mendukung terciptanya lingkungan intelektual inilah yang pada akhirnya turut serta membidani lahirnya folosof-filosof besar sesudahnya.
Tokoh-tokoh filsafat tersebut antara lain :
·         Solomon Ben Gabirol ( Didunia barat ia terkenal dengan nama Avicebrol, Avencebrol). Karya monumentalnya adalah Yanbu al Hayah (Sumber Kehidupan).
·         Ibn Bajjah. Beberapa Risalahnya turut andil dalam membangun pemikiran filosof lainnya. Seperti risalah dalam bidang Astronomi yang mengkritik asumsi Ptolemius telah membantu jalan pemikiran Ibn Thufayl dan al-Bitruji. Dalam bidang kedokteran membantu Ibn Baythar dan Ibn Rusdy. Maqnum Opusnya adalah Tadbir al-Mutawahhid (Rezim yang sendiri).
·         Ibn Thufayl. Dalam bukunya tersebut ia mengatakan bahwa “ manusia dengan kualitas yang dimilikinya, tanpa sedikitpun bantuan dari luar, mampu mencapai pengetahuan tentang dunia yang lebih tinggi dan secara bertahap bisa menemukan ketergantungannya dengan realitas puncak.
·         Ibn Rusdy. Di dunia Muslim ia terkenal dengan komentator filsafat Aristoteles . Begitu juga di dunia Barat Ia mendapatkan julukan “Sang Komentator” sedangkan Aristoteles sebagai ”sang Guru “. Komentar-komentarnya terhadap filsafat Aristoteles dapat di bagi menjadi 3 bagian, yaitu Bagian pertama Komentar pendek yang sering di sebut Jami’. Bagian Kedua pertengahan atau Talkhish. Bagian ketiga komentar panjang, tafsir atau sarh ( penjelasan). Maqnum opusnya adalah Tahafut al-Tahafut (kacauanya kekacauan) yang pada dasarnya adalah jawaban atas al-Gazhali dalam Tahafutut al-Falasifah (kekacauan Filsafat) yang menggugat rasionalisme.

·      Tasawuf                                                                                                                             
   Dalam bidang tasawuf, Muslim  mempunyai andil besar dalam perkembangan ilmu ini. Salah satu tokoh terbesarnya adalah Ibn Arabi. Ia merupakan wakil mazhab iluminasi (Isyraqi) yang dipelopori oleh Suhrawardi (w.1191M) di Timur. Corak pemikiran tasawuf Ib Arabi bisa dikatakan dalam klasifikasi Tasawuf Falsafi, sebab dalam filsafat Ibn arabai adalah seorang Monist-Panteistik. Salah satu teori terkenalnya adalah Wahdah al-Wujud (kesatuan eksistensi). Berangkat dari teori ini, tasawuf Islam mengalami persentuhan dengan gagasan Phanteime, sebuah gagasan yang menyatakan ”Tuhan mengejawantahkan dirinya pada manusia”. Pemikiran Ibn Arabi bukan hanya berpengaruh pada lingkaran sufi Persia dan Turki tetapi juga pada mazhab skolastik Kristen yang di sebut Mazhab Agustinian. Diantara karya-karyanya, yang paling membuat ia terkenal adalah al-Futuhat al-Makiyyah (penyingkapan Mekkah) dan Fushush al-Hikam (kantong-kantong kebijaksanaan) seta al-Isra’ ila Maqam al-Asra yang mengembangkan tema pendakian nabi sampai langit ketujuh. Menurut K. Hitti karya ini lebih dahulu dari karya Dente Aligeri.

·      Bidang Sains.                                                                                                                
     Dalam bidang sains Muslim turut membidani lahirnya tokoh-tokoh terkenal,antara lain:
·         Bidang Kedokteran.                                                                                           
     Tokoh terkenalnya adalah Ibn Rusdy. Selain sebnagai filosof ia juga ahli kedokteran . namun kemahirannya dalam filsafat membuat keahlian dalam kedokterannya tertutupi. Karya Monumentalnya dalam bidang ini adalah al-Kulliyat fi al-Thibb (generalitas dalam kedokteran).
·         Bidang Astronomi.                                                                                 
   Kajian-kajian astronomi  mencapai puncaknya setelah pertengahan abad k-10 dan berkembang pesat melalui kontribusi dari penguasa Cordova, Seville, dan Toledo. Para ahli astronomi  pada Umumnya mempercayai pengaruh bintang sebagai sebab terjadinya berbagai peristiwa penting antara kelahiran dan kematian manusia di dunia ini. Selain itu dalam mengembangkan pemikiran Astronominya mereka memakai kerangka karya-karya astronomi dan astrologi yang di tulis oleh ahli astronomi Muslim Timur. Para ahli astronomi paling awal dari Muslim Spanyol adalah al-Majriti (w.1007) darai Cordova, al-Zarqali (1029-1087M) dari Toledo dan Ibn Aflah (w. antara 1140-1150M).
·         Bidang Sejarah.                                                                                                  
     Dalam bidang ini terdapat 2 tokoh yang amat terkenal, yaitu Ibn Khatib dan Ibn Khaldun. Ibn Khatib (1313-1374M) berasal dari keluarga arab yang pindah ke Spanyol dari Suria. Ia terkenal dengan karyanya yang menceritakan tentang riwayat Kota Granada. Sedangkan Ibn Khaldun (1332-1406M) lahir di Tunis. Karya monumentalnya dalam sejarah adalah “ Kitab al-Ibar Wa diwan al-Mubtada, Wa al-Khabar Fi Ayyam al-Arab Wa al-Ajam Wa al-Barbar ” (buku tentang ibarat, daftar subjek dan prediket, serta sejarah bangsa Arab, Persia dan Berber).
Buku tersebut terdiri atas 3 bagian, bagian pertama berisi Muqaddimah yang menjadi jilid pertama. Bagian kedua bagian utanma yang membahas kehidupan orang Arab dan bangsa-bangsa sekitarnya. Bagian ketiga berisi tentang sketsa sejarah Berber dan dinasti-dinasti Muslim afrika. Namun demikian, ketenaran Ibn Khaldun sebagai sejarawan sesungguhnya terletak dalam Muqaddimahnya. Dalam bukunya tersebut dipaparkan teori perkembangan sejarah yang menempatkan dua aspek social berupa fakta-fakta fisik tentang iklim dan geografi serta aspek moral dan spiritual yang mempengaruhi perkembangan social.
·         Bidang Geografi.                                                                                                         
     Tokoh dalam bidang ini adalah al-Bakri dan al-Idrisi. Ia merupakan ahli geografi pertama yang mashur pada abad 11 M. karya monumentalnya adalah “al-Masalik wa al-Mamalik”(buku mengenai jalan dan kerajaan). Sedangkan al-Idrisi lahir di Ceuta pada tahun 1100M. karya monumentalnya adalah ”Kitab Nadzah al-Muslak Fi Ikhtira al-Afaq” dan “Kitab al-Jami’ Li asytat an-Nabat”. Sumbangannya terhadap pengetahuan adalah menggambarkan secara astronomis letak suatu tempat dipermukaan bumi. Selain kedua nama di atas, terdapat juga nama Ibn Jubayr dan Ibn Baththutah. Ibn bathuthah lahir di Tangier pada tahun 1304 dan meninggal di Maroko pada tahun 1377. Dalam perjalanan ketimurnya, Ibn Bathuthah mencapai Ceylon, Bengal, Benua Maldive dan China. Sedangkan dalam perjalanan terakhirnya pada tahun 1353 ia sampai pedalaman Afrika.

·      Musik Dan Kesenian.                                                                                                                      Dalam bidang musik dan kesenian, Muslim  terkenal dengan tokohnya al-Hasan Ibn Nafi yang mendapatkan julukan Zaryab. Selain itu, ia juga terkenal dengan kemahirannya dalam menggubah lagu. Kemahirannya tersebut bukan hanya untuk dinikmatinya sendiri malainkan ia juaga mengajarkannya pada anak-anaknya baik pria maupun wanita seta pada budak-budaknya.


·      Bahasa dan Sastra.                                                                                                              
    Tokoh yang terkenal dalam bidang ini adalah Muhammad Ibn al-Hasan al-Zubaydi (928-989M) dan Ali Ibn Hazm (994-1064M). al-Zubaydi pada masa al-Hakam diangkat menjadi pengawas pendidikan anak laki-lakinya Hisyam yang pada akhirnya di angkat menjadi Qadhi dan ketua Pengadilan di Seville. Karya utamanya adalah daftar klasifikasi ahli tata bahasa dan ahli filologi yang bermunculan sepanjang hidupnya. Sedangkan Ibn Hazm merupakan pujangga besar dan yang mempunyai pemikiran murni. Menurut Ibn Khalikhan dan al-Qifthi bahwa Ibn Hazm memiliki karya tak kurang dari 4 ratus jilid buku yang berisi tentang sejarah, teologi, hadis, logika dan puisi. Salah satu bukunya adalah “ Thauq al-Hamamah”(kalung merpati) sebuah antologi syair-syair cinta yang memuja konsep cinta Platonis.


RESUME

Judul Buku : Eksploitasi Kolonial Abab XIX 
(Kerja Wajib di Karesidenan Kedu 1800-1890)
Penulis : Agustina Magdalena Djuliati Suroyo
Penerbit : Yayasan Untuk Indonesia
Cetakan : 1, November 2000
Halaman : xxiv+352 halaman
Tebal : 2,0 cm
Eksploitasi Kolonial Abab XIX (Kerja Wajib di Karesidenan Kedu 1800-1890) sebagai kebutuhan untuk meninjau ulang penulisan sejarah Indonesia oleh para sejarawan asing yang lebih menggunakan sudut pandang Eropasentris dan yang berwajah sejarah politik. Dan cenderung menampilkan bangsa-bangsa Barat sebagai pemeran aktif dan bangsa Indonesia hanya sebagai pemeran pembantu yang pasif, dalam menentukan sejarah.

Buku ini secara kusus membahas kerja wajib sebagai sistem pengganti pajak dan bentuk eksploitasi ekonomis yang dilakukan dalam masyarakat Tradisional Mataram, yang dimanfaatkan dan diperluas oleh pemerintah kolonial Belanda, untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang sangat meningkat demi pelaksanaan tanam paksa dan pembangunan prasarana pendukungnya. Peningkatan tenaga kerja yang melebihi ruang lingkup desa mengakibatkan berbagai perubahan dalam masyarakat pedesaan. Perubahan ini merupakan bagian dari keseluruahan transformasi struktural yang terjadi sebagai akibat penetrasi kolonial dan kapitalisme barat. Hal ini membawa dampak yang sangat luas pada kehidupan rakyat petani di pedesaan, baik menyangkut aspek ekonomis, yaitu kemakmuran, pemanfaatan sumberdaya alam, pertumbuhan penduduk, maupun kelembagaan seperti penguasaan tanah, kepemimpinan, pelapisan masyarakatdan hubungan-hubungan antar kelas sosial.
Penulis menggunakan metode pendekatan yang bersifat structural untuk menjelaskan proses terjadinya perubahan masyarakat. Sedangkan untuk menunjukkan sifat-sifat tradisional dalam mengatur tatanan masyarakat penulis menggunakan berbagai konsep dari ilmu social. Buku ini berupaya menjelaskan pola-pola hubungan antar berbagai kelas petani dalam kaitannya dengan penguasaan sumber daya alam dan kebutuhan tenaga kerja. Disamping itu juga dijelaskan kedudukan dan peranan kepala desa, dalam kaitannya dengan bagaimana eksploitasi pajak dan kerja wajib dilaksanakan dengan menggunakan kekuasaan supra-desa.

Buku ini juga menganalisis bagaimana kekuasaan kolonial dan kapitalisme mulai memasuki dan menyeruak ke pedalaman desa-desa khususnya di Jawa, dan bagaimana kekuasaan kolonial menanamkan kekuasaan politiknya, dan mulai mengintensifkan eksploitasi ekonominya kepada masyarakat tersebut. Dalam buku ini secara khusus di paparkan mengenai laporan-laporan tanam paksa yang sangat kaya akan data ekonomi dan sosial yang sangat rinci mengenai pedesaan di Jawa, tempat proyek tanam paksa itu dilaksanakan. 

Dari laporan-laporan data sejarah dalam arsib-arsib yang baru inilah penulis mengungkapkan wujud eksploitasi kolonial yang lebih realistis serta dampaknya kepada masyarakat desa, khususnya para petani yang menjadi pelaksana sistem yang disebut tanam paksa. Penulis menggambarkan wajah eksploitasi kolonial tidak lagi hitam putih yang dapat melahirkan stereotip baik dan buruk yang telah lebih dahulu dilekatkan pada kekuasaan kolonial atau bukan kolonial. 
Dengan menarik garis antara penjajah dipihak sana dengan stereotip bahwa segala perbuatannya serba hitam dan buruk, dan bangsa sendiri di pihak sini yang serba bersih penuh derita akibat ulah penjajah. Tetapi penulis juga mengunkap tanam paksa secara berimbang dan seluk beluknya baik segi positif maupun dari segi negatif dari sistem tanam paksa. Karena sesungguhnya realitas kehidupan sangat kompleks untuk disederhanakan hanya dalam warna hitam dan putih dengan garis pemisah yang tajam. Realitas Sejarah lebih cenderung banyak yang abu-abu yang tidak simpel. Sehingga disinilah Ketelitian sejarawan dalam menganalisis peristiwa sejarah itu sendiri.
Selain itu penulis juga mengungkapkan bahwa tanam paksa memang mendatangkan keuntungan yang luar biasa besar kepada pihak kolonial dan negeri Belanda. Namun belanda tetap memanfaatkan struktur feodal Jawa yaitu penguasaan tanah dan tenaga kerja oleh penguasa supra desa. Dan menambahkan unsur moderen barat seperti modal, manajemen produksi dan pemasaran tetap di tangan birokrasi kolonial.
Disamping eksploitasi tanah dan tenaga kerja petani, yang disingkap dalam buku ini adalah adanya upah tanam (Plantloon) setiap tahun untuk petani yang cukup besar, melebihi jumlah pembayaran pajak tanah (Lanrente). Tahun 1840 plantloon itu berjumlah sepuluh juta gulden, sedang pembayaran pajak tanah hanya sekitar tujuh juta gulden, bahkan tahun 1860 keuntungan para petani setelah dipotong pajak tanah adalah empat juta gulden. Meskipun uang itu tak seberapa jika dibagikan per petani, namun masuknya uang setiap tahun ke pedesaan telah mendorong monetisasi yang sedikit meningkatkan kemakmuran petani. Tetapi hal ini malah menimbulkan kesenjangan yang semakin besar dalam strata masyarakat desa. Hal ini disebabkan disatu pihak para kepala desa yang mendapat kekuasaan yang semakin besar dalam pembagian tanah dan tenaga kerja untuk tanam paksa semakin kaya, sedang di pihak lain petani warga desa yang bertanah sempit menanggung segala beban kerja wajib.

Eksploitasi kolonial dilakukan melalui pajak hasil bumi, uang, dan tenaga kerja. Sekalipun ekstrasi pajak kolonial lebih besar daripada masa prakolonial, namun ternyata monetisasi yang makin luas juga berhasil memberi kesempatan perkembangan ekonomis dan menambah pendapatan kepada lapisan masyarakat. Perkembangan ini sedikit banyak mengurangi ktergantungan petani terhadap patron yang lama. Politik tanam paksa dengan peningkatan kerja wajib juga mengendalikan keterbukaan desa sampai tingkat tertentu, karena desa sebagai lembaga kekuasaan makin kuat mengikat sebagian besar warganya.

Selain itu gambaran yang sangat suram juga terlihat akibat tanam paksa yaitu pada tanam paksa tarum yang diproses menjadi Indigo. Dari hasil penelitian mengungkapkan tanaman Tarum sangat merusak kesuburan sawah dan sangat banyaknya waktu dan tenaga ditutuntut pada kerja wajib tanam serta pemrosesan Indigo, sedangkan upah yang mereka terima sangat kecil. Penulis menggaris bawahi bahwa pelaksanaan tanam paksa atau eksploitasi kolonial dilakukan melalui penguasaan tanah dan tenaga kerja rakyat melalui berbagai kerja wajib. Dan dari data-data yang ada eksploitasi kolonial lebih banyak bertumpu pada eksploitasi tenaga kerja. Pada tahun 1840 tanah pertanian di Jawa yang dipakai untuk tanam paksa adalah 6% tidak termasuk tanam paksa kopi, padahal penduduk petani pelaksana kerja wajib tanam mencapai 72,5% dari seluruh penduduk petani di Jawa. Pada tahun 1860 tanah yang digunakan tinggal 2,5% tidak termasuk tanah untuk kopi. Dan penduduk petani pelaksana kerja wajib tanam menurun menjadi 54,5%.  Terlebih lagi bahwa beban kerja wajib tanam tidak hanya bekerja wajib di perkebunan tanam paksa pemerintah kolonial, melainkan juga mengerjakn sector pekerjaan umum, kerja pelayanan transportasi, kerja jaga, tenaga militer dan sebagainya. Bahkan ada kerja paksa membangun benteng militer yang sangat berat, meski diberi upah.
Dalam perkembangannya, penghapusan kerja wajib yang bisa dianggab sebagai proses defeodalisasi sebagai akibat desakan kapitalisme barat dan meningkatkan penduduk tuna kisma(tanpa tanah), sesungguhnya berjalan lambat. Karena proses konversi kerja wajib menjadi pajak uang ternyata mencapai jumlah uang cukup besar, sehingga sebagian besar petani tidak mampu membayarnya. Buku ini menjadi sangat penting, sekalipun fokusnya merupakan studi sejarah lokal dengan memilih karesidenan kedu (Jawa Tengah) sebagai kajiannya.

Pilihan daerah kedu oleh penulis juga didasarkan pada harapan untuk mengungkapkan secara lebih kongkret bentuk, sifat dan besarnya eksploitasi, dengan membandingkan antara masa eksploitasi kolonial dengan masa eksploitasi prakolonial. Pilihan pemerintah kolonial menjadikan daerah ini sebagai daerah eksploitasi utamanya juga didasarkan pada kondisi peratanian sawah yang subur dan merupakan pemukiman penduduk yang telah sangat tua. Sekitar abad IX pemukiman ini telah menjadi masyarakat pertanian dengan peradaban yang tinggi, hal ini terbukti dengan banyaknya peninggalan bangunan candid an bangunan yang lainnya serta sejumlah prasasti yang ditemukan diwilayah Kedu.
Selain kesuburan tanah, kepadatan penduduk, dan perkembangan pertaniannya, Kedu juga merupakan wilayah inti (nagaragung) Kerajaan Yogyakarta dan Surakarta. Kehidupan ekonomis daerah ini telah agak berkembang dengan adanya perdagangan dan peredaran uang yang didorong oleh sistem pajak yang untuk sebagian berbentuk pajak uang. Setelah dikuasai pemerintah Hindia-Belanda, terutama pada masa tanam paksa, sebagian besar daerah kedu merupakan daerah kopi. Budidaya kopi ini mempunyai ekosistem tertentu yang berbeda dengan tanaman lain seperti tebu atau Tarum (bahan Indigo). Siklus kerja dan penyerapan tenaga kerja untuk budidaya kopi akan berlainan dengan budidaya tanaman lain, demikian pula dampaknya pada masyarakat.
Petani Kedu telah menanam kopi sebelum masa tanam paksa, yaitu sekitar akhir abad XVIII petani telah menanam kopi disekitar pekarangan rumahnya. Atau dikebun-kebun sekitar desa. Mengungat prospek kopi yang sangat baik, pemerintah menginginkan produksi kopi ditingkatkan dengan membuka lahan baru yang dugunkan khusus untuk tanaman kopi. Pengolahan dan penanaman dilakukan oleh petani dari desa terdekat. Untuk selanjutnya pemeliharaan diserahkan kepada petani penguasa tegal dan petani penguasa tanah desa, yang masing-masing bertanggung jawab atas sejumlah pohon kopi.
Buku ini dapat dijadikan sebagai sumbangan berharga, ditengah sepinya karya sejarawan Indonesia yang membahas secara khusus periode-periode pada masa tanam paksa. Selain itu buku ini menggunakan pendektan yang lebih seimbang dan menempatkan penduduk bangsa Indonesia sebagai pusat perhatian utama.

Peradaban dan kebudayaan Romawi Kuno

Romawi ialah peradaban dunia yang letaknya terpusat di kota Roma masa kini. Peradaban Romawi dikembangkan Suku Latia yang menetap di lembah Sungai Tiber. Suku Latia menamakan tempat tinggal mereka ‘Latium’. Latium merupakan kawasan lembah pegunungan yang tanahnya baik untuk pertanian. Penduduk Latium kemudian disebut bangsa Latin. Pada mulanya, di daerah Latium inilah bangsa Latin hidup dan berkembang serta menghasilkan peradaban yang tinggi nilainya. Kota Roma yang menjadi pusat kebudayaan mereka terletak di muara sungai Tiber. Waktu berdirinya Kota Roma yang yang terletak di lembah Sungai Tiber tidak diketahui secara pasti. Legenda menyebut bahwa Roma didirikan dua bersaudara keturunan Aenas dari Yunani, Remus dan Romulus.
“Menurut berita2 lama, Roma didirikan oleh Remus dan Romulus pada tahun 750. Remus dan Romulus ini anak Rhea silva, turunan Aenas –seorang pahlawan Troya jang dapat melarikan diri waktu Troya dikalahkan dan dibakar oleh bangsa Jujani”
Orang-orang Romawi memiliki kepercayaan terhadap dewa-dewa, seperti orang-orang di Yunani. Hanya saja dewa-dewa di romawi berbeda dengan di Yunani. Dewa-dewa yang dipercayai oleh orang-orang Romawi antara lain :
1. Jupiter (raja dewa-dewa)
2. Yuno (dewi rumah tangga)
3. Minerus (dewi pengetahuan)
4. Venus (dewi kecantikan)
5. Mars (dewa perang)
6. Neptenus (dewa laut)
7. Diana (dewi perburuan)
8. Bacchus (dewa anggur)
Sebelum itu, sekira tahun 492, Daerah Latium sebagai tempat berdirinya kota Roma dikuasai oleh kerajaan Etruskia, yang terletak disebelah utaranya sampai pada tahun 500 SM. Pada tahun 500 SM bangsa Latium memberontak terhadap kerajaan Etruskia dan berhasil memerdekaan diri serta mendirikan negara sendiri yang berbentuk republik. Maka sejak itu, Roma menjadi republik dan kepala negaranya disebut konsul yang dipilih setiap tahun sekali. Konsul selain menjadi penguasa negara juga ketua senat dan panglima besar.
Bangsa Romawi yang semula petani, setelah mengalahkan penguasa Etruskia kemudian menjadi bangsa penguasa besar dengan manaklukan wilayah yang luasa sampai ke Laut Tengah. Bangsa yang semula petani ini kemudian menjadi masyarakat kapitalis dan materialis. Selain sebagai bangsa yang suka dengan perang bangsa Romawi juga mengumpulkan kekayaan sebagai modal usaha. Mereka membali ladang-ladang dan kemudian penggarapannya dilakukan oleh para budak yang didatangkan dari daerah-daerah jajahan. Dalam kekuasaannya, Oktavianus banyak dikelilingi orang-orang pandai sehingga ia dapat berkuasa cukup lama. Oleh senat Oktavianus diberi gelar “Augustus” yang artinya “Yang Maha Mulia”. Dengan stabilitas pemerintahan pada masa Kaisar Octavianus maka mulailah bidang kebudayaan mendapat perhatian.
Kebudayaan Romawi mendapat unsur-unsur pokok dari kebudayaan Etrusia dan Yunani. Hal ini berarti kebudayaan Romawi merupakan hasil perpaduan dari kebudayaan yunani dan Etrusia, tanapa ada unsur-unsur dari kebudayaan romawi sendiri. Pada masa Octavianus, orang-orang Romawi melihat sesuatu dari sudut kegunaannya. Pandangan hidup bangsa Romawi ini memberikan warna pada kehidupan agama. Tepatlah apa yang diungkapkan oleh Cicero, bahwa agama bagi mereka bukan untuk mendidik manusia kepada kebajikan, melainkan manusia sehat dan kaya. Dengan pandangan hidup yang praktis ini menjadi ciri utama orang-orang Romawi.
Dalam lapangan ilmu pengetahuan, bangsa Romawi bukanlah pencipta teori-teori, tetapi pelaksana teori yang telah ada sejak zaman Yunani. Dengan ini mata rantai jang seakan-akan putus dalam perkembangan ilmu pengetahuan menjadi tumbuh kembali. Bila sarjana Yunani adalah ahli teori, maka sarjana Romawi adalah ahli praktek. Masa Octavianus merupakan masa penyempurnaan seni dan budaya Romawi. Pengaruh budaya Yunani mulai masuk dengan kuatnya sejak tahun 146 SM bersamaan dengan usaha bangsa Romawi melakukan penaklukan di Laut Tengah. Selama kekuasaan Romawi, seni Romawi disebarkan ke Eropa dan sekitar Laut Tengah.
Seni Romawi sebenarnya merupakan pencampuran dua unsur seni budaya, yaitu Romawi yang merupakan daerah kekuasaan Etruskia dan seni Yunani. Pada hekakatnya budaya ini bukan berasal dari rakyat biasa melinkan dari golongan bangsawan. Golongan seniman besar, seperti yang terdapat di Yunani di Roma tidak ada. Justru bangsa Romawi mendatangkan seniman-seniman dari Yunani. Oleh karena itu, pengaruh Yunani di Romawi sangat kuat. Politik maupun seni dan budaya Roma di bawah bangsa Etruskia. Dengan begitu seni Romawi pada dasarnya adalah pencampuran unsur-unsur budaya Etruskia dan Yunani yang kemudian menjadi seni budaya baru.
Orang Romawi senang menciptakan sesuatu secara besar-besaran karena mereka suka sesuatu yang megah, mewah, dan monumental, serta menarik perhatian. Semua hasil karya budaya terutama karya seni rupa, baik berupa seni bangunan, seni patung atau relief, maupun seni lukisnya dibuat serba besr, megah, dan penuh hiasan. Orang-orang Romawi menciptakan karya teknik bangunan yang menggumkan, seperti bangunan saluran air (aquaduct), jembatan, gedung besar untuk balai pertemuan dan pasar, bangunan untuk olahraga dan pentas seni (thermen, theater, amphitheater). Selain bangunan diatas, juga terdapat banguan kuil untuk persemayam dewa. Orang Romawi melanjutkan pengetahuan orang Yunani antara lain bangunan dengan kontruksi lengkung untuk membuat ruangan-ruangan menjadi luas. Bangunan atap kubah untuk pertama kali diciptakan kurang lebih tahun 30 SM untuk bangunan Thermae di Baaie. Mereka juga membangun bangunan umum seperti jalan raya. Jalan raya yang terkenal adalah jalan Via Apia. Rumah-rumah dewa atau kuil yang dibangun memiliki ukuran besar. Kuil-kuil yang berukuran besar tersebut antara lain Tempel Jupiter (abad ke-6 SM), Appolo dan Venus di Roma. Untuk setiap bangunan kuil tersebut di gunakan tinga-tiang penyangga. Batang tiang penyanggga atap menggunakan menggunakan kepala tiang dengan ciri-ciri Yunanni seperti Doria, Ionia, dan Korinthia.
Bangsa Romawi juga ahli dalam pembuatan patung terutama patung setangah dada atau potret. Bentuk wajah dibuat dengan sangat teliti, sedangkan tubuh dan lainnya lebih sederhana. Kecakapan membuat patung ini berhubungan dengan kebiasaan keluarga-keluarga terkemuka bangsa Romawi yang senang membuat patung nenek moyang dalam jumlah banyak dan sangat teliti. Biasanya patung nenak moyang disimpan di rumah dan ditempatkan dalam satu ruangan khusus yang disebut Atrium. Atrium ini juga dilengkapi dengan altar.
Orang-orang Romawi dalam membuat patung memiliki kebiasaan yang sama dengan bangsa Yunani. Dalam membuat patung, orang-orang Romawi selalu mematungkan tokoh-tokoh penguasa, tokoh-tokoh politik, dan cendikiawan. Banyak sekali tokoh penguasa, tokoh politik dan cendikiawan yang dijadikan sebagai latar dalam membuat patung seperti wajah tokoh Julius Caesar, Agustus, Tuchidides, Demostenes, Caracalla, dan lainnya. Gambar wajah para tokoh ini selain dipatungkan juga dilukiskan pada mata uang logam.

Setiap kaisar yang berkuasa di Romawi selalu meninggalkan seni budaya beruapa bangunan monumen. Kebiasaan yang dilakukan oleh kiasar-kaisar ini dilakukan sebagai sarana untuk menunjukan jasanya kepada negara. Maka sejak kiasar-kaisar ini berkuasa, banyak sekali didirikan bangunan besar dan megah dengan menggunakan bahan dari marmer.
Peninggalan seni bangunan Romawi pada masa kekaisaran ini jumlah sangat banyak. Banguan-banguan monmen tersebut antara lain:
1. Kuil Zeus yang didirikan di Olympia.
2. Kuil Jupiter Heliopalitanus di ba’albek (syria)
3. Pantheon merupakan sebuah kuil yang kemudian digunakan untuk gereja.
4. Mousoleum di Roma yang didirikan pada tahun 175 SM. Mousoleum merupakan bangunan yang berupa makam yang indah. Pada sisi dalam ruang Mousoleum dihiasai ddengan berbagai ornamen yang indah.
5. Teater di Pompeii, solona, dan Asperados.
6. Amphiteater                                                                                                                       Amphpiteater merupakan perpaduan dua buah teater yang dipergunakan untuk pertunjukan mengadu benteng dan untuk perkelahian gladiator, tempat duduk penonton berkeliling, semakin kebelakang semakin tinggi. Amphipater pada masa kaisar Vespasianus (695 SM) dipergunakan untuk peragaan perang-perangan seperti di laut bebas dan Circus (sirkus), tempat untuk berpacu kuda yang menarik kereta beroda dua.
7. Thermen  Merupakan tempat pemandian dengan ruang-ruang mandi berair panah, berair hangat dan dingin.
Hasil Kebudayaan Romawi yang Berpengaruh diseluruh Dunia
·      Demokrasi, meskipun demokrasi awalnya di cetuskan orang yunani, Romawi menjadikannya sebagai budaya dunia. sistem demokrasi Romawi menerapkan balancing power antara kaisar (eksekutif) dengan parlemen
·      Arsitektur (gaya/style bangunan) Bangunan Romawi yang ditiru diseluruh Dunia, terutama pada ornamen tiangnya.
·      Sistem Dewan perwakilan (senat) rakyat untuk menentukan kebijakan dan arah Negara, ini juga ditiru sebagian besar Negara-negara dunia.
·      Sistem Pembagian Pemerintahan wilayah (dari Polis/kota, Propinsi) dengan sebutan yang juga ditiru oleh Negara-negara di Dunia, seperti sebutan Gubernur, mayor.
·      Diskusi Ilmu Pengetahuan dengan saling berargumentasi, adalah gaya pengembangan Ilmu orang-orang romawi.
·      Sistem ketentaraan yang telah terorganisir dengan rapi dan kuat
·      Sistem hukum yang telah mengikat (misal: code justianus)
·      Pembangunan jalan yang modern dan bisa menghubungkan seluruh wilayah jajahan. Hal ini pernah ditiru oleh Daendels ketika membuat jalan pos dari Anyer-Panarukan (pantura)
·      Pengaturan sistem kemasyarakatan yang tertata menjadi beberapa strata sosial
·      Model pendidikan yang menekankan pada keluruhan budi (filsafat) dengan kekuatan fisik (kesatriaan)
·      Struktur organisasi keagamaan yang kemudian menjadi pondasi struktur ajaran nasrani.
·      Karakter budaya yang terbuka dan mau menerima unsur-unsur budaya asing.

LAPORAN MEMBACA

Judul                            : HUBUNGAN INTERNASIONAL Dalam Perspektif Sejarah
Penulis                        : Drs. Subagyo, M.Pd
Penerbit                       : Widya Karya Semarang
Kota terbit                   : Semarang
Tahun terbit                : 2010
Jumlah halaman           : vii + 279 hal. Uk; 20,5 x 14,5 cm

Hubungan internasional mencakup segala hubungan antar bangsa dan kelompok bangsa dalam masyarakat dunia, dan kekuatan-kekuatan, tekanan-tekanan, proses-proses yang menentukan cara hidup, cara bertindak dan cara berfikir manusia. Namun, interaksi suatu bangsa dengan bangsa lain dapat berlangsung baik secara bersahabat maupun secara kekerasan (perang). Hubungan antar bangsa dapat berwujud dalam berbagai bentuk, yaitu : hubungan individual, hubungan antar kelompok, dan hubungan antarnegara. Hubungan beraneka ragam inilah yang menciptakan hubungan yang menyerap seluruh kegiatan manusia di bumi sehingga menciptakan masyarakat internasional. Asas dalam hubungan internasional yaitu : asas teritorial yang didasarkan pada kekuasaan negara, asas kebangsaan yang didasarkan kepada kekuasaan negara pada warganegaranya, asas kepentingan umum yang didasarkan kepada wewenang negara untuk melindungi dan mengatur kepentingan dalam masyarakat. Dalam sejarah perkembangan hubungan internsional terdapat empat periode yang dapat dipakai sebagai patokan, yaitu : zaman kuno yang berlangsung sampai dengan berakhirnya imperium romawi, abad pertengahan yaitu zaman eropa nasrani, periode antarnegara modern yang menimbulkan  negara  negara besar, serta periode evolusi menuju ke arah tingkat super-state-stage.
Negara secara geografis merupakan wilayah dengan sistem kekuatan yang terpusat. Bangsa adalah kelompok penduduk yang mengikuti pandangan sendiri dan menghubungkannya satu dengan yang lain. Negara-bangsa adalah suatu teritorial negara dengan penduduk yang menyatakan sebagai sebagai suatu bangsa. Perjanjian Westphalia tahun 1684 membentuk sistem negara modern, kemudian disusul tahun 1914 terjadi perang dunia I yang merubah sistem negara di dunia. Kekuatan dan kekuasaan mempunyai peranan penting dalam kebijakan negara, peranan pokok inilah yang menyebabkan munculnya pemahaman perlunya keseimbangan kekuatan diantara negara-negara.
Hubungan internasional merupakan suatu kegiatan manusia yang berasal dari suatu negara atau lebih, baik secara individual,kelompok ataupun interaksi, Lahirnya hubungan internasional disebabkan karena pengaruh perang dunia sehingga sesudah perang perhatian dipusatkan pada hubungan antar bangsa. Dalam upaya mencapai hubungan antar bangsa yang harmonis, tujuan utama adalah perdamaian dunia. Kajian tentang masyarakat internasional memberikan gambaran bagaimana dalam perkembangan kehidupan anatar bangsa memerlukan pengertian untuk saling toleransi, Pendekatan masyarakat Internasional dicirikan khusus oleh ketergantungan secara nyata pada ‘pelaksanaan keputusan’. Dengan pelaksanaan keputusan bahwa kebijakan luar negeri kadang-kadang memunculkan pilihan moral yang sulit bagi negarawan yang terlibat yaitu pilihan tentang tujuan dan nilai politik yang bertentang, Tradisi masyarakat Internasional merupakan salah satu pendekatan klasik hubungan internasional
Dalam kehidupan antar bangsa faktor ekonomi cukup dominan berpengaruh dalam dinamika perubahan yang terjadi, ekonomi politik internasional sebagai konsep menerangkan proses perubahan dinamika hubungan internasional, ekonomi politik internasional adalah menyangkut ekonomi yang berarti sesuatu yang berkaitan dengan cara bagaimana sumber-sumber yang langka dialokasikan untuk kegunaan yang berbeda-beda dan didistribusikan diantara individu melalui proses pasar yang desentralisasi. Analisa ekonomi dan analisa politik, sering melihat kepada masalah yang sama namun analisa ekonomi berfokus tidak banyak kepada soal kekuasaan dan kepentingan nasional Tetapi kepada masalah pendapatan dan kekayaan serta kepentingan individual. Oleh sebab itu ekonomi politik, merupakan kombinasi dua cara memandang secara utuh terhadap dunia dalam rangka mengetahui karakter fundamental masyarakat. Dalam hubungan antar bangsa, sejumlah faktor seperti rakyat dan sumber daya manusia, pemerintah, wilayah dan sumber daya alam menjadi modal dasar bagi suatu negara bangsa untuk memainkan peranannya dalam hubungan internsional.
Pelaksanaan hubungan antar bangsa dilakukan menggunakan sarana diplomasi, yaitu perangkat terwujudnya proses-proses interaksi yang memberikan dasaar bagi tindakan lebih lanjut bagi suatu negara, Lahirnya suatu lembaga internsional adalah sebagai wadah untuk melakukan perbaikan dan meningkatkan kesejahteraan. Organisasi internasional adalah suatu organisasi yang dibuat oleh anggota masyarakat internasional secara sukarela atau atasdasar kesamaan yang bertujuan untuk menciptakan perdamaiandalam tata hubungan internasional.